Pergaulan remaja muslim bukan kebebasan
Bila kita
mecermati dunia remaja tentu tidak asing lagi dengan istilah ‘kebebasan’ atau
freedom. Kebebasan diartikan sebagai bebasnya memenuhi kebutuhan tanpan terikat
dengan aturan. Ide kebebasan yang ditawarkan oleh budaya Barat berakar dari
pandangan hidup kapitalisme-sekuler. Dimana ide kebebasan itu telah banyak
diadopsi oleh remaja di Indonesia yang mayoritas muslim. Dengan adanya
kebebasan itu, seolah-olah hukum atau aturan yang diberlakukan ditengah-tengah
masyarakat menjadi semu. Ataukah hukum yang diterapkan mulai longgar? Sehingga
para remaja dengan mudahnya melakukan banyak kebebasan.
Atas dasar kebebasan berekspresi, para remaja mulai meniru
gaya hidup Barat yang serba bebas. Dugemlah, ngedrugs, ngedate, free seks,
pornografi sampai pornoaksi yang bukan lagi menjadi hal yang tabu untuk
dibicarakan bahkan dilakukan.
Pemujaan terhadap artis pun bukanlah hal yang asing lagi
dikalangan remaja. Tidak heran bila kebanyakan remaja saat ini berlomba-lomba
meniru gaya hidup para artis. Mereka rela berkorban baik tenaga maupun materi
sekalipun. Para selebritis lebih mereka kenal daripada Nabi Muhammad sebagai
teladan umat, mereka lebih menyukai musik-musik barat daripada mendengarkan dan
membaca ayat-ayat Al-quran.
Remaja sering
digambarkan sebagai usia dimana manusia bisa ditolerir untuk melakukan banyak
pelanggaran terhadap norma baku masyarakat. Yang akhirnya tanpa piker panjang
mereka bebas mencoba hal-hal yang cenderung negative itu. Apalagi, tersedia
fasilitas yang mendukung kearah sana. Dengan adanya kebebasan pers, media massa
dengan bebasnya menerbitkan berita-berita yang dapat memberi rangsangan
negative bagi perilaku remaja saat ini. Media-media porno dengan bebasnya
tersebar dimana-mana.
Televisi dan internet merupakan media yang memberikan akses
yang besar terhadap perilaku remaja. Kita bisa lihat tayangan-tayangan sinetron
atau film remaja yang menjurus kepada gaya hidup seks bebas (Masya Allah !),
situs-situs porno dengan mudah dapat diakses oleh para remaja. Dan masih banyak
lagi perilaku negative remaja saat ini. Hal ini tentu saja dimanfaatkan dengan
baik oleh pihak Barat untuk menghancurkan islam. Banyak upaya yang dilakukan
oleh pihak barat dalam mencengkram remaja muslim. Mereka ingin mencetak remaja
muslim seperti remaja Barat yang kehidupan sosialnya bobrok. Namun, mereka
gambarkan kehidupan remaja sebagai kehidupan yang mewah dan indah yang memang
sesuai untuk having fun. Mereka tunjukan bahwa kehidupan para remajanya layak
ditiru oleh remaja muslim, tentu saja mereka berikan sejumlah perangsang bahwa
kehidupan remaja itu indah dan harus dinikmati.
Sampai-sampai ada istilah “Mumpung masih muda, kapan lagi
bersenag-senang.” Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits : “Akan tiba suatu
zaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan
kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita
(seks), dan agama mereka adalah harta, emas dan perak. Mereka adalah makhluk
Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi
Allah SWT.” (HR. Ad Dailami). Anehnya, kaum muslim sendiri malah menyambutnya
dengan tangan terbuka. Akses yang nyata dari kebebasan ini adalah meningkatnya
tindakan kriminalitas seperti pemerkosaan, aborsi, bunuh diri, pembunuhan
pasangan tak resminya (alias pacarnya) karena mengandung, dan tindakan
kriminalitas lainya.
![]() |
| https://www.google.co.id/search?q=flu&biw=1366&bih=657&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj8wvPQoI3KAhUVCI4KHd62C6kQ_AUIBigB#tbm=isch&q=remaja+muslim&imgrc=bMB4BJ5CSl_B2M%3A |
Masih banyak dampak negatif dari kebebasan berekspresi.
Tidak ada sama sekali dampak positif dari kebebasan ini. Lantas bagaimana kita
harus bersikap, apakah akan menerima kebebasan yang disodorkan oleh pihak Barat
yang jelas memberikan dampak yang negatif? Perlu kita ingat, kita adalah remaja
muslim yang dalam agama kita telah diatur bagaimana caranya mengekspresikan
diri. Islam memandang bahwa kebebasan adalah bebas dari aturan yang membelenggu
terhadap pelaksanaan hukum allah. Sebagai muslim kita dituntut untuk selalu
terikat dengan hukum allah disetiap aktivitas yang kita lakukan. Islam tidak
pernah melarang remaja untuk mengekspresikan dirinya dalam kehidupan selama
tidak melanggar dari koridor (aturan) yang ada. Misalnya tentang pergaulan,
islam tidak melarang kita bergaul dengan siapapun tapi kita harus memperhatikan
kondisi yang ada seperti jangan berdua-dua (berkholawat) dengan lawan jenis,
apalagi pacaran yang telah menjadi kebiasaan remaja saat ini. Bila kita lihat
dengan adanya aturan tersebut tentu saja akan dapat menghindari yang namanya
perzinahan, apalagi aborsi yang termasuk kategori pembunuhan.
Sehingga yang kita dapatkan adalah keselamatan dan
ketentraman, belum lagi mendapatkan pahala disisi Allah karena telah
melaksanakan atura-nya. Apakah tidak ingin kita memilih islam sebagai landasan
hidup kita? Tentu saja ingin. Karena hanya islam yang dapat menyelamatkan kita
di dunia dan akhirat kelak. Tidak inginkah kita seperti Ali Bin Abi Thalib yang
berani berperang walaupun dia masih dalam usia remaja. Ataupun seperti Usamah
bin Zaid yang diangkat oleh rasulullah SAW sebagai komandan untuk memimpin
pasukan kaum Muslimin menyerbu wilayah Syam, yang saat itu merupakan salah satu
wilayah Romawai (saat itu merupakan Negara super power, Amerika), padahal
usianya masih 18 Thn. Dan masih banyak remaja islam lainya yang memang bisa
dibanggakan. Maukah kita mencontoh mereka? Agar kita menjadi remaja muslim
harapan umat yang bisa bermanfaat bagi diri kita sendiri, orangtua, keluarga,
masyarakat dan tentunya untuk agama kita.



0 Komentar
Berkomentarlah dengan bijak