Buanglah Semua Prasangka Negatif

https://www.google.co.id/search?q=belajar&biw=1366&bih=657&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjX-rmFl-3KAhUOVo4KHcJXAloQ_AUIBigB#tbm=isch&q=prasangka+buruk&imgrc=00_7QsrBXjW9-M%3A
"Wahai orang-orang yang beriman. Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa."
~ QS. Al Hujurat (49) 12

"Waspadai prasangka buruk, prasangka adalah sejelek-jeleknya pernyataan palsu. Jangan mengintai kesalahan orang lain, jangan mencari-cari kesalahan orang lain, jangan dengki satu sama lain, jangan iri hati terhadap satu sama lain, jangan membenci satu sama lain, dan jangan mengelakan satu sama lain. Dan wahai hamba allah, jadilah kalian bersaudara!"
~ HR Mutafaqun 'alaih dan Abu Dawud ra

"Respect For People"
Pada tahun 1884, seorang pemuda Amerika meninggal dunia ketika sedang melakukan kunjungan ke Eropa. Orangtuanya yang sangat berduka membawa pulanh jenazah mereka ke Amerika. Hati mereka begitu hancur dan setelah penguburan putranya, mereka mendiskusikan bagaimana agar mereka tetap memiliki kenangan terhadap putra mereka ini dengan bukan sekadar batu nisan ataupun prasasti, tetapi yang mampu memberikan kebaikan kepada orang lain.
Setelah merundingkan berbagai alternatif gagasan, kedua orangtua ini memutuskan bahwa kenangan dalam bidang pendidikan adalah yang paling tepat karena banyak orang muda akan terbantu.
Merela lalu mengadakan janji temu dengan Charles Eliot, Presiden Universitas Harvard yang sangat terkenal itu. Sesuai waktu yang disepakati, Eliot lalu menemui kedua orangtua yang sangat sederhana ini dan bertanya kepada mereka apa yang dapat ia bantu. Kedua orangtua itu lalu menceritakan tentang kematian putra mereka dan mereka merencanakan untuk membuat kenangan yang bisa membantu banyak generasi muda dalam bidang pendidikan.
Eliot memperhatikan kedua orangtua sederhana ini dan berkata, "Mungkin yang Bapak dan ibu maksud adalah memberikan beasiswa." "Bukan" jawab si wanita tua, "kami memikirkan sesuatu yang lebih besar dari itu, mungkin sebuah bangunan baru atau ..." Belum sempat wanita itu menyelesaikan kalimatnya, Eliot segera memotong pembicaraan, "Saya beri tahu Bapak dan Ibu bahwa apa yang Anda berdua angankan membutuhkan uang yang sangat banyak. Membangun gedung baru mahal sekali," papar Eliot meremehkan kemampuan finansial pasangan sederhana ini.
"Maaf, berapakah nilai seluruh Universitas ini, tuan Eliot?" tanya si wanita tua lugu.
Eliot terlihat berpikir sejenak dan kemudian menjawab, "Beberapa juta dolar." "Oh ya?" teriak si wanita tua kegirangan. Dia lalu menggamit tangan suaminya dan berkata, "Kami pulang dulu tuan, nanti kami beri tahu anda kelanjutan pembicaraan kita." Dan pasangan tua sederhana itu pun pergi.
Beberapa waktu kemudian, Presiden Universitas Harvard, Charles Eliot, menerima sumbangan sebesar US$26 juta dari pasangan tua sederhana ini untuk memperingati kematian putra mereka. Dan berdirilah Universitas Leland Stanford Jr sejak saat itu.

Posting Komentar

0 Komentar