![]() |
| https://www.google.co.id/search?q=komitmen&biw=1366&bih=657&source=lnms&tbm=isch&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwj77Ki0iufKAhXMkI4KHZb4CfUQ_AUIBigB#tbm=isch&q=motivasi&imgrc=_ni1LZ4_27MP2M%3A |
"Orang sering mengatakan bahwa motivasi itu tidak langgeng, Benar memang tetapi mandi juga begitu karena itulah kami menyarankan setiap hari anda perlu untuk memperbarui motivasi."
~ Philip E. Humbert, Ph.D
"Walaupun pulsa Handphone anda jutaan, tetaplah tidak ada gunanya jika baterai handphone anda tersebut dalam keadaan mati."
~ Fauzan Ahmad
~ Philip E. Humbert, Ph.D
"Walaupun pulsa Handphone anda jutaan, tetaplah tidak ada gunanya jika baterai handphone anda tersebut dalam keadaan mati."
~ Fauzan Ahmad
"Mundur Untuk Dapat Melompat Lebih Tinggi"
Suatu hari seorang murid dan guru berjalan menuruni gunung menuju kota, di dalam perjalanan mereka bertemu anak sungai yang aliran airnya tidak terlalu deras, saat itu sang guru melangkahi sungai tersebut dengan sangat mudah, walaupun sungai tersebut cukup lebar.
Sang murid yang melihat gurunya dengan sangat kagum, dan sang guru memintanya untuk mengikuti langkahnya. Sang murid merasa ia tidak mampu melangkahi sungai tersebut hanya dengan satu langkah lebar, maka murid tersebut berjalan mundur dua langkah dan berlari kecil melompati sungai tersebut, hap, sungai itu berhasil dilalui. Semakin jauh perjalanan mereka, rintangan yang dihadapi pun semakin berat, sang murid mengikuti gurunya di belakang dengan sangat hati-hati.
Tibalah mereka di sebuah jurang yang cukup terjal, namun tidak terlalu besar. Di ujung jurang tersebut sang guru melangkahkan kaki dengan yakin dan langkah pasti yang lebar, sang guru berhasil melangkahkan kakinya di seberang jurang. Sang murid yang melihatnya sangat terkejut, sang guru pun berkata.
"Ayo melangkahlah menuju sisi jurang ini, lebar jurang ini sama seperti sungai yang kita lalui sebelumnya!"
Sang murid, yang melihat gurunya di seberang jurang menunjukan sebuah raut keraguan di wajahnya. Dengan seksama ia perhatikan lebar jurang tersebut, kedalamnya dan melihat ke belakang. Dengan penuh kepastian ia mengambil lima langkah mundur dan bersiap menyeberangi jurang tersebut dengan berlari dan meloncat sepenuh tenaga, dan sekali lagi perhitungan tepat. Sang murid berhasil menyeberangi jurang tersebut berkat kecerdikanya.
Sesampainya di seberang jurang sang guru mengelus lembut kepala muridnya sambil berkata "Wahai muridku, tahukah engkau apa yang membedakan loncatanmu saat di sungai dan di tepi jurang? Walaupun dengan lebar yang sama, namun kau dapat melihat rintangan yang berbeda dari kedua hal tersebut, karena itu kau mengambil langkah mundur yang lebih banyak saat loncat di tepi jurang untuk memastikan keselamatanmu.
Begitu juga dengan kehidupan, saat tantangan hidup di depanmu lebih besar, kau harus melangkah mundur sedikit lebih banyak agar kita mampu mengatasi segala kemungkinan yang ada dan meloncat lebih tinggi. Saat kau mengalami suatu kemunduran dalam hidupmu, entah itu kegagalan , jatuh, dikhianati mungkin itulah langkah mundurmu agar dapat melompat lebih tinggi dan meraih setiap kesuksesanmu."
"Motivasi merupakan makanan bagi otak anda. Tidak cukup anda hanya memberikannya makan sekali. Otak anda membutuhkan makan secara terus-menerus dan teratur."
~ Peter Davies
Suatu hari seorang murid dan guru berjalan menuruni gunung menuju kota, di dalam perjalanan mereka bertemu anak sungai yang aliran airnya tidak terlalu deras, saat itu sang guru melangkahi sungai tersebut dengan sangat mudah, walaupun sungai tersebut cukup lebar.
Sang murid yang melihat gurunya dengan sangat kagum, dan sang guru memintanya untuk mengikuti langkahnya. Sang murid merasa ia tidak mampu melangkahi sungai tersebut hanya dengan satu langkah lebar, maka murid tersebut berjalan mundur dua langkah dan berlari kecil melompati sungai tersebut, hap, sungai itu berhasil dilalui. Semakin jauh perjalanan mereka, rintangan yang dihadapi pun semakin berat, sang murid mengikuti gurunya di belakang dengan sangat hati-hati.
Tibalah mereka di sebuah jurang yang cukup terjal, namun tidak terlalu besar. Di ujung jurang tersebut sang guru melangkahkan kaki dengan yakin dan langkah pasti yang lebar, sang guru berhasil melangkahkan kakinya di seberang jurang. Sang murid yang melihatnya sangat terkejut, sang guru pun berkata.
"Ayo melangkahlah menuju sisi jurang ini, lebar jurang ini sama seperti sungai yang kita lalui sebelumnya!"
Sang murid, yang melihat gurunya di seberang jurang menunjukan sebuah raut keraguan di wajahnya. Dengan seksama ia perhatikan lebar jurang tersebut, kedalamnya dan melihat ke belakang. Dengan penuh kepastian ia mengambil lima langkah mundur dan bersiap menyeberangi jurang tersebut dengan berlari dan meloncat sepenuh tenaga, dan sekali lagi perhitungan tepat. Sang murid berhasil menyeberangi jurang tersebut berkat kecerdikanya.
Sesampainya di seberang jurang sang guru mengelus lembut kepala muridnya sambil berkata "Wahai muridku, tahukah engkau apa yang membedakan loncatanmu saat di sungai dan di tepi jurang? Walaupun dengan lebar yang sama, namun kau dapat melihat rintangan yang berbeda dari kedua hal tersebut, karena itu kau mengambil langkah mundur yang lebih banyak saat loncat di tepi jurang untuk memastikan keselamatanmu.
Begitu juga dengan kehidupan, saat tantangan hidup di depanmu lebih besar, kau harus melangkah mundur sedikit lebih banyak agar kita mampu mengatasi segala kemungkinan yang ada dan meloncat lebih tinggi. Saat kau mengalami suatu kemunduran dalam hidupmu, entah itu kegagalan , jatuh, dikhianati mungkin itulah langkah mundurmu agar dapat melompat lebih tinggi dan meraih setiap kesuksesanmu."
"Motivasi merupakan makanan bagi otak anda. Tidak cukup anda hanya memberikannya makan sekali. Otak anda membutuhkan makan secara terus-menerus dan teratur."
~ Peter Davies


0 Komentar
Berkomentarlah dengan bijak